Rabu, 20 Agustus 2014

Teknik Industri

Sejarah teknik industri
Awal mula Teknik Industri dapat ditelusuri dari beberapa sumber berbeda. Frederick Winslow Taylor sering ditetapkan sebagai Bapak Teknik Industri meskipun seluruh gagasannya tidak asli. Beberapa risalah terdahulu mungkin telah mempengaruhi perkembangan Teknik Industri seperti risalah The Wealth of Nations karya Adam Smith, dipublikasikan tahun 1776; Essay on Population karya Thomas Malthus dipublikasikan tahun 1798; Principles of Political Economy and Taxation karya David Ricardo, dipublikasikan tahun 1817; dan Principles of Political Economy karya John Stuart Mill, dipublikasikan tahun 1848. Seluruh hasil karya ini mengilhami penjelasan paham Liberal Klasik mengenai kesuksesan dan keterbatas dari Revolusi Industri. Adam Smith adalah ekonom yang terkenal pada zamannya. “Economic Science” adalah frasa untuk menggambarkan bidang ini di Inggris sebelum industrialisasi America muncul .
Kontribusi penting lainnya dan mengilhami Taylor adalah Charles W. Babbage. Babbage adalah profesor ahli matematika di Cambridge University. Salah satu kontribusi pentingnya adalah buku yang berjudul On the Economy of Machinery and Manufacturers tahun 1832 yang mendiskusikan banyak topik menyangkut manufaktur. Babbage mendiskusikan gagasan tentang Kurva Belajar (Learning Curve), pembagian tugas dan bagaimana proses pembelajaran dipengaruhi, dan efek belajar terhadap peningkatan pemborosan. Dia juga sangat tertarik pada metode pengaturan pemborosan. Charles Babbage adalah orang pertama yang menganjurkan membangun komputer mekanis. Dia menyebutnya “analytical calculating machine” , untuk tujuan memecahkan masalah matematika yang kompleks.
Di Amerika Serikat selama akhir abad 19 telah terjadi perkembangan yang mempengaruhi pembentukan Teknik Industri. Henry R. Towne menekankan aspek ekonomi terhadap pekerjaan insinyur yakni bagaimana seorang insinyur akan meningkatkan laba perusahaan? Towne kemudian menjadi anggota American Society of Mechanical Engineers (ASME) sebagaimana yang dilakukan beberapa pendahulunya di bidang Teknik Industri. Towne menekankan perlunya mengembangkan suatu bidang yang terfokus pada sistem manufactur. Dalam Industrial Engineering Handbook dikatakan bahwa “ASME adalah tempat berkembang biaknya Teknik Industri”. Towne bersama Fredrick A. Halsey bekerja mengembangkan dan memaparkan suatu Rencana Kerja untuk mengurangi pemborosan kepada ASME. Tujuan Recana ini adalah meningkatkan produktivitas pekerja tanpa berpengaruh negatif terhadap ongkos produksi. Rencana ini juga menganjurkan bahwa sebagian keuntungan dapat dibagikan kepada pekerja dalam bentuk insentif.
Henry L. Gantt (juga anggota ASME) menekankan pentingnya seleksi karyawan dan pelatihannya. Dia, seperti juga Towne dan Halsey, memaparkan paper dengan topik-topik seperti biaya, seleksi karyawan, pelatihan, skema insentif, dan penjadwalan kerja. Dia adalah pencipta Diagram Gantt (Gantt chart), yang saat ini merupakan diagram yang sangat populer digunakan dalam penjadwalan kerja. Sampai sekarang Gantt chart digunakan dalam bidang statitik untuk membuat prediksi yang akurat. Jenis diagram lainnya telah dikembangkan untuk tujuan penjadwalan seperti Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Mapping (CPM).

Sejarah Teknik Industri tidak lengkap tanpa menyebut Frederick Winslow Taylor. Taylor mungkin adalah pelopor Teknik Industri yang paling terkenal. Dia mempresentasikan gagasan mengenai pengorganisasian pekerjaan dengan menggunakan manajemen kepada seluruh anggota ASME. Dia menciptakan istilah “Scientific Management” untuk menggambarkan metode yang dia bangun melalui studi empiris. Kegiatannya, seperti yang lainnya, meliputi topik-topik seperti pengorganisasian pekerjaan dengan manajemen, seleksi pekerja, pelatihan, dan kompensasi tambahan bagi seluruh individu yang memenuhi standar yang dibuat perusahaan. Scientific Management memiliki efek yang besar terhadap Revolusi Industri, baik di Amerika maupun di luar negara Amerika.
Keluarga Gilbreth diakui akan pengembangan terhadap Studi Waktu dan Gerak (Time and Motion Studies). Frank Bunker Gilbreth dan istrinya Dr. Lillian M. Gilbreth melakukan penelitian mengenai Pemahaman Kelelahan (Fatigue), Skill Development, Studi Gerak (Motion Studies), dan Studi Waktu (Time Studies). Lillian Gilbreth memeliki gelasr Ph.D. dalam bidang Psikologi yang membantunya dalam memahami masalah-masalah manusia. Keluarga Gilbreth meyakini bahwa terdapat satu cara terbaik (”one best way”) untuk melakukan pekerjaan. Salah satu pemikiran mereka yang siginifikan adalah pengklasifikasian gerakan dasar manusia ke dalam 17 macam, dimana ada gerakan yang efektif dan ada yang tidak efektif. Mereka menamakannya Tabel Klasifikasi Therbligs (ejaan terbalik dari kata Gilbreth). Gilbreth menyimpulkan bahwa waktu untuk menyelesaikan gerakan yang efektif (effective therblig) lebih singkat tetapi sulit untuk dikurangi, demikian sebaliknya dengan non-effective therbligs. Gilbreth mengklaim bahwa setiap bentuk pekerjaan dapat dipisah-pisah ke dalam bentuk pekerjaan yang lebih sederhana.
Saat Amerika Serikat menghadapi Perang Dunia II, secara diam-diam pemerintah mendaftarkan para ilmuwan untuk meneliti perencanaan, metode produksi, dan logistik dalam perang. Para ilmuwan ini mengembangkan sejumlah teknik untuk pemodelan dan memprediksi solusi optimal. Lebih lanjut saat informasi ini terbongkar. lahirlah Operation Research. Banyak hasil penelitian yang masih sangat teoritis dan pemahaman bagaimana menggunakannya dalam dunia nyata tidak ada. Hal inilah yang menyebabkan jurang antara kelompok Operation Research (OR) dan profesi insinyur terlalu lebar. hanya sedikit perusahaan yang dengan sigap membentuk departemen Operation Research dan mengkapitalisasikannya.
Pada 1948 sebuah komunitas baru, American Institute for Industrial Engineers (AIIE), dibuka untuk pertama kalinya. Pada masa ini Teknik Industri benar-benar tidak mendapat tempat yang khusus dalam struktur perusahaan. Selama tahun 1960 dan sesudahnya, beberapa perguruan tinggi mulai mengadopsi teknik-teknik operation research dan menambahkannya pada kurikulum Teknik Industri. Sekarang untuk pertama kalinya metode-metode Teknik Industri disandarkan pada fondasi analisa, termasuk metode empiris terdahulu lainnya. Pengembangan baru terhadap optimisasi dalam matematika sebagaimana metode baru dalam analisa statistik membantu dalam mengisi lubang kosong bidang Teknik Industri dengan pendekatan teoritis.
Kemudian, permasalahan Teknik Industri menjadi begitu besar dan kompleks pada dan saat komputer digital berkembang. Dengan komputer digital dan kemampuannya menyimpan data dalam jumlah besar, insinyur Teknik Industri memiliki alat baru untuk mengkalkulasi permasalahan besar secara cepat. Sebelumnya komputasi pada suatu sistem memakan mingguan bahkan bulanan, tetapi dengan komputer dan perkembangan sub-program “sub-routines”, perhitungan dapat dilakukan dalam hitungan menit dan dengan mudah dapat diulangi terhadap kriteria problem yang baru. Dengan kemampuannya menyimpan data, hasil perhitungan pada sistem sebelumnya dapat disimpan dan dibandingkan dengan informasi baru. Data-data ini membuat Teknik Industri menjadi cara yang kuat dalam mempelajari sistem produksi dan reaskinya bila terjadi perubahan.
Tujuan teknik industri
VISI
Menjadi Program Studi Teknik Industri yang berkualifikasi tinggi, yang selalu menyesuaikan perkembangan industri manufaktur dan jasa, dengan pola pikir integral dalam upaya mengisi dan menciptakan lapangan kerja pada industri dengan dilandasi iman Kristiani dan nilai moral serta etika dalam kehidupan berprofesi, bermasyarakat dan bernegara
MISI
1. Mengelola Program Studi Teknik Industri yang efektif dan efisien dalam rangka menciptakan atmosfer akademik yang baik dengan suasana disiplin, kreatif, proaktif, dan produktif yang dijiwai semangat pelayanan
2. Menyelenggarakan pendidikan tinggi Teknik Industri yang mendukung pencapaian produktivitas dan kualitas lulusan yang kompeten dalam bidang industri manufaktur dan jasa
3. Menyelenggarakan penelitian terapan untuk kemajuan ilmu dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat industri
4. Melaksanakan pelayanan kepada masyarakat industri di tataran nasional dan internasional
TUJUAN
1. Menghasilkan lulusan yang mempunyai pengetahuan dan mampu menganalisis, serta mampu melakukan perancangan sistem industri manufaktur dan jasa
2. Menghasilkan lulusan yang menguasai dasar-dasar teknik industri yang mampu berperan aktif dalam perkembangan teknologi industri baik dalam tataran nasional maupun internasional
3. Menghasilkan karya ilmiah yang memiliki keunggulan di bidang teknik industri yang dapat diandalkan dan memperoleh hak intelektual
4. Menghasilkan karya inovatif dalam teknik industri dan sistem manufaktur yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat
5. Menghasilkan sistem penyelenggaraan pendidikan teknik industri yang efisie
Memasuki Dunia Kerja Sarjana atau lulusan Teknik Industri
Profesi lulusan TI, atau lulusan teknik pada umumnya, memang tidak spesifik. Tidak seperti dokter, akuntan, atau apoteker yang memang pendidikannya mengarahkan mahasiswa untuk berkarir dengan profesi demikian. Yang bisa dijelaskan mengenai keprofesian TI ialah ciri-ciri bidang kerja yang sering dilakukan sarjana TI di dunia kerja. Misalnya, lulusan TI banyak yang bekerja di bidang Production Planning and Control (PPC), Quality Control, Job Analysys (SDM), atau di ranah Supply Chain dan logistik.
Sebagai contoh, gambaran pekerjaan TI di bidang quality control di sebuah pabrik yang memproduksi obat. Kontrol Kualitas yang dilakukan sarjana TI di sini bukanlah dengan melakukan inspeksi dan cek langsung obat yang diproduksi seperti yang dilakukan sarjana farmasi. Akan tetapi, tugas sarjana TI di sini adalah merancang bagaimana sistem inspeksinya, berapa sample yang diambil, di bagian mana saja harus dilakukan inspeksi sehingga kualitas obat tetap terjaga selama proses produksi. Sarjana TI bekerja di bidang sistem Quality Control-nya.
Satu hal yang menarik mengenai lulusan TI adalah bahwa pada masa-masa awal bekerja banyak lulusan TI yang sering mengeluh karena bidang pekerjaannya  tidak sesuai dengan keilmuannya. Tahun pertama, sarjana TI memang tidak mungkin ditempatkan langsung sebagai manajer atau supervisor yang mana di bagian itulah keilmuan TI akan sangat terpakai. Mereka biasanya akan bekerja di lantai produksi terlebih dahulu bersama orang mesin dan elektro. Pada masa-masa awal bekerja ini, sarjana TI mungkin akan kalah bersaing apabila ia tidak memiliki reflek belajar yang cepat. Namun ketika sarjana TI berhasil melewati 4-5 tahun dan masuk ke dalam level supervisor, saat itulah karir sarjana TI akan menanjak.
Terkait dengan memasuki dunia kerja, bapak Ari Samadhi, salah satu dosen di TI ITB, ikut memberikan saran untuk semua mahasiswanya, “Yang perlu diperhatikan adalah bahwa, faktanya, kebanyakan perusahaan akan lebih dulu melihat aktivitas keorganisasian yang kita tulis di CV, setelah itu baru melihat IP, karena perusahaan yang datang ke ITB ternyata lebih mencari orang yang mudah bersosialisasi dan beradaptasi dibanding orang yang pintar. Sehingga saran saya banyak-banyaklah beraktivitas di luar akademik. Saran lain ialah mengambil KP di perusahaan besar, sehingga sejak awal mahasiswa sudah diperkenalkan dengan sistem kerja profesional. Terakhir, aktif mengikuti lomba juga dapat mengasah intuisi pemecahan masalah di perusahaan,”
Ruang ligkup dari teknik industri
Teknik Industri memiliki ruang lingkup yang sangat luas tidak hanya dalam penelitian dan desain suatu produk yang berhubungan dengan teknologi tetapi juga mencakup aktivitas bisnis contohnya seperti system pemasaran yang dijalankan perusahaan, keuangan, pengembangan sumber daya manusia dan lain-lain. Kedua faktor tersebut saling menunjang satu sama lain.
Dalam kondisinya dilapangan, seorang sarjana teknik industri tidak hanya dituntut untuk bisa menjalankan/melaksanakan diatas tetapi juga diharapkan dapat berperan penting dalam suatu pengambilan keputusan sebagai suatu penggagas ide yang mempunyai pengaruh kuat dalam perusahaan.
Program Studi Teknik Industri - ITI dimulai sejak tahun 1984, dan saat ini telah terakreditasi B dan menghasilkan lebih dari 1000 alumni yang bekerja diberbagai industri. Dengan dosen-dosen yang berkualitas lulusan dalam dan luar negeri, Teknik Industri - ITI berkomitmen untuk melakukan proses pemberdayaan dan transformasi masyarakat dengan sebaik-baiknya.
MANFAAT TEKNIK INDUSTRI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA
Oleh : Fitria Helmanila
A. TEKNIK INDUSTRI
Menurut wikipedia, teknik industri adalah ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi, materi, dan proses.
Ilmu ini menerapkan cara-cara dan analisis engineering terhadap produksi barang dan jasa. Para insinyur industri menentukan cara-cara yang paling efektif dan ekonomis bagi sebuah organisasi dalam memanfaatkan orang, mesin, dan bahan. Teknik industri lebih kekhususan ke arah how to mass-produce how to make an industry.
Teknik industri dapat diartikan sebagai suatu teknik manajemen sistem, yaitu suatu teknik yang mengatur sistem secara keseluruhan dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang terkait. Aspek-aspek tersebut secara keseluruhan antara lain manusia sebagai aspek terpenting, mesin, dan material. Teknik industri mengatur agar sistem tersebut berjalan dengan cara yang paling produktif, efektif, dan efisien.
Ilmu teknik industri dapat dibagi dalam tiga bidang keahlian, yaitu sistem manufaktur, manajemen industri, sistem industri dan tekno ekonomi.
A.1  SISTEM MANUFAKTUR
Merupakan sebuah sistem yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem integral yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi, dan informasi melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dengan lingkungan kerjanya.
A.2  MANAJEMEN INDUSTRI
Bidang ini memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan kerja yang dinamis.
A.3 SISTEM INDUSTRI DAN TEKNO EKONOMI
Bidang keahlian ini memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan daya saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah.
B.  MANFAAT TEKNIK INDUSTRI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA
Tidak diragukan lagi sepanjang masa sejarah hidup manusia  teknik industri memberikan banyak kontribusi bagi kehidupan manusia. Sebagai hasil dari proses berfikir teknik industri diarahkan untuk melayani manusia. Teknik industri memberikan solusi yang lebih efektif dan efisien dalam berbagai proses produksi, termasuk penggunaan mesin, material, waktu, sumber daya manusia, informasi, dan sebagainya. Teknik industri juga memiliki manfaat dalam pembuatan sistem kerja yang efektif dan efisien agar produksi barang di pabrik berjalan lancar.
C.  APLIKASI YANG SERING DIJUMPAI
Dalam pengaplikasian ilmu teknik industri yang sering dijumpai di kehidupan nyata adalah pada perancangan sistem di pabrik. Salah satu contoh aplikasi ilmu teknik industri adalah seorang profesor ilmuwan penemu membutuhkan waktu 800 jam untuk membuat komputer hasil rancangannya. Tugas dari seorang ahli teknik industri adalah merancang sistem di pabrik agar pekerjaan si profesor bisa dilakukan sepuluh orang dalam delapan jam. Sistem itu harus mencakup pengelolaan mesin, waktu, dan sumber daya.
D. KESIMPULAN DAN SARAN
Teknik industri adalah ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi, materi, dan proses. Ilmu ini menerapkan cara-cara dan analisis engineering terhadap produksi barang dan jasa. Teknik industri dapat diartikan sebagai teknik manajemen sistem, yaitu yang mengatur sistem secara keseluruhan. Manfaat dari ilmu teknik industri adalah memberikan solusi yang lebih efektif dan efisien dalam berbagai proses produksi, juga dalam pembuatan sistem kerja yang efektif dan efisien. Salah satu contoh pengaplikasian ilmu teknik industri secara nyata adalah pada perancangan sistem di sebuah pabrik. Seorang profesor ilmuwan penemu membutuhkan waktu 800 jam untuk membuat komputer hasil rancangannya. Tugas dari seorang ahli teknik industri adalah merancang sistem di pabrik agar pekerjaan si profesor bisa dilakukan sepuluh orang dalam delapan jam. Sistem itu harus mencakup pengelolaan mesin, waktu, dan sumber daya. Ini membuktikan bahwa ilmu teknik industri sangat berperan dalam perancangan sistem di sebuah pabrik atau organisasi.
Diharapkan dari waktu ke waktu bidang industri semakin mengalami perkembangan. Karena itu, lulusan Teknik Industri dituntut untuk menjadi sarjana yang siap pakai. Selain itu, diharapkan pula teknik industri lebih kompeten jika setiap mahasiswanya lebih difokuskan kepada spesialisasi di bidangnya
Kelemahan teknik industri
Di setiap bidang ilmu pengetahuan itu pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan .akan tetapi ilmu teknik industri ini lebih banyak mempunyai kelebihan dibandingkan dengan kekurangannya .karena menurut sepengetahuan kami bahwa ilmu teknik industri sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh masyarakat dan perusahaan.sedangkan kelemahan dari ilmu teknik industri ini bukan dari sisi keilmuannya akan tetapi dari setiap fakultas teknik industri itu sendiri.

Sumber: http://haricakep.blogdetik.com/category/ilmu-industri/sejarah-industri/sejarah-teknik-industri/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar